PERIRIK DESE : Tradisi Asli Desa Sakra.
Ritual
“peririk dese” merupakan salah satu
ritual kebudayaan yang dimiliki oleh Desa Sakra, khususnya Desa Sakra Pusat,
Lombok Timur. Pusat pelaksanaan ritual ini yaitu Dusun Sawo Bat, Kecamatan
Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Ritual ini sudah ada sejak dulu, tetapi tahun
kelahiranya belum ada yang tahu pasti. Tujuan dilaksanakan ritual ini agar masyarakat beserta desa menjadi
desa yang aman, terhindar dari malapetaka dan hal-hal yang buruk
lainnya. Ritual “peririk dese” ini, dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan
agama, sehingga ritual ini juga sering disebut dengan ritual agama, karena sebenarnya
ritual ini merupakan salah satu bentuk doa yang pelaksanaanya dalam bentuk
ritual. Masyarakat Desa Sakra akan melaksanakan ritual ini apabila masyarakat
maupun desa sudah tidak aman lagi,
contohnya ketika masyarakat banyak melakukan hal-hal yang buruk, ada isu-isu
bahwa mahluk yang berasal dari alam gaib akan datang mengganggu desa dan masyrakat. Oleh karena
itu, kepala desa beserta tokoh-tokoh masyarakat lainnya dan tokoh-tokoh agama
akan berunding untuk membicarakan waktu yang tepat untuk melaksanakan ritual
ini. Orang-orang yang terlibat dalam ritual ini berjumlah dua puluh orang.
Namun, tidak sembarang orang yang bisa ikut dalam pelaksanaan ritual, selain
kepala desa dan pemangku adat, harus orang-orang yang benar-benar mengerti dan tahu agama yang akan
dipilih untuk mengikuti ritual ini. Hal itu disebabkan karena doa-doa yang
diucapkan ketika pelaksanaanya tidak sembarang orang yang tahu dan anggapan
masyarakat juga apabila yang terlibat dalam ritual adalah orang-orang yang
benar-benar tahu agama, maka yang menjadi tujuan dari ritual ini akan mudah
diijabah oleh Allah Swt.
Proses
pelaksanaan ritual ini sangat panjang, sebelum menuju ke ritual inti banyak
hal-hal yang harus dipersiapkan dan banyak ritual-ritual pendukung yang harus
dilakuakn terlebih dahulu. Yang menjadi ritual intinya yaitu ketika dua puluh orang
yang sudah ditentukan oleh tokoh agama
mulai berjalan mengelilingi desa masing-masing dengan membawa hal yang sudah ditentukan.
Ketika pelaksanan ritual ini ada satu orang yang akan menjadi pemimpin dan akan
membawa kendi yang berisi air dan daun khusus yang nantinya akan dipergunakan
untuk menyiramkan air ke samping kanan dan kiri sambil mengucapkan doa khusus
yang tentunya doa itu adalah doa yang ada di dalam Al-quran, hal itu terus
menerus dilakukan dengan berkeliling desa sampai akhirnya kembali lagi ketempat
pelaksanaan ritual tersebut.
·
Gambaran kontroversi Ritual “Peririk
Dese”
Anggapan
masyarakat mengenai ritual “peririk dese” ini yaitu ritual ini dianggap ritual
yang syirik, banyak yang tidak percaya dengan ritual ini mereka menganggap
ritual ini adalah ritual yang aneh. Memang jika orang yang melihat ritual ini
sekali saja, tidak hera jika banyak yang menganggap ritual ini aneh dan berfikir jelek tentang ritual ini. Hal itu
disebabkan karena mereka belum tahu apa sebenarnya maksud dan tujuan dari
ritual ini diadakan.
·
Pandangan yang baik/positif
Sebenarnya
jika diteliti lebih dalam lagi, ritual “peririk dese” ini bukanlah ritual yang
syirik dan aneh, karena ritual ini sendiri adalah bentuk doa yang diutarakan
dalam bentuk ritual dengan tujuan agar
masyarakat dan desa tetap terlindungi oleh Allah Swt. Lagi pula, dalam
pelaksanaan ritual ini berdasarkan nilai agama, dan doa-doa yang dipanjatkan
juga adalah doa yang bersumber dari Al-quran. Jadi untuk masyarakat yang masih
Menarik min.
BalasHapusApakah tradisi "peririk dese" ini hanya terdapat di Desa Sakra saja?
Terima kasih say,
HapusTradisi ini asli dari Desa Sakra, dan hanya terdapat di Desa Sakra.
Kalo bisa cantumkan narasumber yang sudah diwawancarai. Bagus kembangkan
BalasHapusTerima kasih kk masukanya.. Tetep kunjungi blog saya ya dan nantikan kiriman selanjutnya.
HapusTradisi yang patut untuk dipertahankan, Bagaimana0un caranya kita sebagai generasi muda harus melestarikan tradisi ini.
BalasHapusYa.. semoga saja kita bisa tetp melestarikanya..
HapusMenambh pengetahuan sekali, karena budaya ini tumben saya denger gan
BalasHapusAlhamdulillah, jika tulisan ini bermanfaan.senang dengarny.
HapusBerarti tradisi ini hanya ada di sakra saja ya?
BalasHapusDan apa masih dilestarikan smpai saat ini?
Ya memng tradisi ini hanya ada di Desa Sakra saja.. Ini Asli tradisi Desa kami.. Hingga sekrang tradisi ini masih tetap di laksanakan oleh masyarakat Desa Kami..
HapusMenurut anda tradisi yg ditulis tsb, benar adanya?
BalasHapusYa... Tradisi ini memang benar adanya..dan ini merupakan tardisi asli Desa Kamii, hingga sekrang pun masih tetap dilaksanakan
HapusYa tradisi ini hanya ada di Desa Sakra saja..karena ini merupakan ada asli dari Desa kami.. Dan mash tetp dijaga dan di lestrikan hingga sekrangg say...
BalasHapusbudaya adalah identitas
BalasHapusmaka lestarikan
mantep :)
Mari kita senantiasa melestrariakn budaya yg telah kita miliki saudariku..
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap, wawasan menjadi bertambah
BalasHapusLestarikan tradisi sasak
Alhmdullilah jika tuliasan ini bermaanfaat untuk menambah wawasannya, sendamg dengarnya...
HapusNegeri yg sangat kaya akan budaya. Ayok lestarikan budaya ini.
BalasHapusAlahmdulillah.. memangg sasak terkenal dengan keberagamana budayanya..mari lestaraikan.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenarik sekali.. Sy sarankan untuk mengartikan kata "peririk desa" terlebih dahulu sebagai pembuka artikel karena mungkin banyak pembaca tidak mengerti Dan bertanya2 apa itu "peririk desa" bahasa apa itu atau semacamnya.
BalasHapusTerima kasih saranya saudrii...semoga tulisan ini bermanfaat untuk menambah wawasan..
HapusKeren👍👍
BalasHapusTerimakasih unt ilmunya😊
Alhmdulillah jika tulisan ini bisa menambah wawasan saudri.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAlhmdulilalh jika tulisan ini dapat menmbah wawasan saudrii..
HapusSangat menambah wawasan bangat postinganya mbak janur
BalasHapusAlhmdulillah jika tulisan ini dapt menamabh wawasan saudri nurul...
HapusBerapakali ritual ini dilakukan dalam setahun kak?
BalasHapusPelaksanaan ritual ini tidak terpaut oleh waktuu.. kapan pun desa Sakra sudah tidak aman, maka untuk mencegah keruskan yg bertambah banyak,makan ritual ini segera dilaksnakan adek Devii.
HapusRitual yang sangat unik
BalasHapusSemoga tulisanya bermanfaat ya sudariku.. semkain menambah wawasan tentang budaya2 Sasak.
HapusMenarik, informasi yg sangat bermanfaat.
BalasHapusSemoga tulisa ini dapat menambah wawasan saudri ya..
HapusTerimkasi telah posting tulisan ini. Sungguh befmanfaat
BalasHapustradisi yang menarik
BalasHapusSangat menarik untuk dibaca. Semoga bermanfaat bagi penulis sendiri dan pembaca.
BalasHapusSaya jadi tahu ternyata suku Sasak sangat menarik apalagi digali lebih dalam.seperti air mengalir yg tak pernah usai tradisinya.saya dari suku Sasak baru kali ini mendengar ritual ini ketika saya membacanya saya sangat tertarik .kita sebagai org Islam percaya bahwa Tuhan ada begitu juga tradisi atau ritual ini kita percaya bahwa ritual ini memang baik.begitulah sebenarnya gambarannya.😘semoga bisa dipertahankan
BalasHapusRitual tetap dilakukan tapi tetap dengan memperhatikan nilai2 yang baik.
BalasHapusRitual tetap dilakukan tapi tetap dengan memperhatikan nilai2 yang baik.
BalasHapusritual yang sangat baik untuk kesejahteraan masyarakat
BalasHapuskomen balik postingan saya.. uswatunmukhtar.blogspot.com
BalasHapussangat menarik
BalasHapus